close

MENJADI BAHAGIA DENGAN SENYUMAN

By  


Oleh: titintitan

Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih sering tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Sebuah kebaikan tak pernah bernilai sederhana, sebab ia bisa menjadi pintu surga bagi siapa saja. Sesuatu yang terlihat sepele di mata manusia belum tentu demikian di mata Allah SWT. Hal tersebut langsung dicontohkan oleh Rasulullah saat berhadapan dengan Abdullah Ummi Maktum. Beliau langsung ditegur Allah karena memalingkan muka saat Abdullah Ummi Maktum berkunjung hanya karena saat itu Rasulullah SAW menerima para pemuka Quraisy. Peristiwa tersebut tertulis dalam QS. Abasa yang artinya, yang bermuka masam.

Rasulullah adalah orang yang paling gemar bermuka manis di depan sahabatnya. Beliau selalu menghadapkan wajah dengan penuh ketika berbicara dengan para sahabat. Hal itu sebagai tanda beliau menghargai lawan bicaranya. Akhlaknya adalah Al Qur’an, apa yang dilakukan langsung mendapat perintah Allah dan langsung ditegur pula oleh Allah. Rasulullah juga selalu ramah pada anak-anak. Beliau menjadi orang yang paling dinanti anak-anak saat beliau lewat di sepanjang jalan. Sikap dan wajahnya yang selalu menyenangkan menjadi hal-hal yang amat dirindu di keseharian para sahabatnya. Rasulullah terbiasa tersenyum, namun tidak sampai tertawa terbahak-bahak. Rasulullah tertawa hanya menampakkan giginya saja. Hal ini diceritakan oleh Jabir bin Samurah ra.a dan Abdulullah bin Haris r.a.

“Siapa yang melihat Rasulullah SAW pada pandangan pertama, tentu merasa enggan berpaling dan siapa yang bergaul dengan Rasulullah SAW, pasti mencintainya. Ada seorang menyebut, “Aku tidak pernah melihat orang sepertinya, sebelum dan sesudahnya.” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Senyuman Rasulullah merupakan ungkapan kehalusan budi beliau. Beliau juga senang berkelakar dan tersenyum ketika melihat sesuatu yang menggelikan dan membuat tertawa. Beliau juga beberapa kali bercanda untuk menghibur hati para sahabatnya dan membuat para sahabatnya tertawa di tengah segala kepenatan urusan.

Rasulullah banyak menyontohkan senyuman sebagai sesautau hal yang menyenangkan. Sebab senyum adalah juga bahasa universal yang dapat dimengerti oleh banyak pihak yang bahkan tidak punya bahasa pemersatu. Selain itu senyum adalah cara untuk mengurangi stress atau kepenatan. Ketika tersenyum hanya dibutuhkan 17 otot yang bekerja, sedangkan ketika cemberut dibutuhkan sebanyak 43 otot yang bekerja. Tapi ada juga yang m enyebutkan dibutuhkan sebanyak 63 otot yang bekerja ketika muka cemberut dan hanya dibutuhkan 26 otot ketika tersenyum.

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah terlalu membebankan jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan perkara yang ringan dan lucu kerana apabila hati selalu dipaksa dengan memikul bebanan yang berat, maka ia akan menjadi buta.” (HR. Abu Daud)

Senyum Itu Ibadah

Senyum bisa bernilai ibadah tentu, jika dilakukan dengan ketulusan sehingga dapat menyenangkan hati saudara. Sebab senyum bukan semata aktivitas yang dilakukan oleh fisik, tapi memerlukan kekuatan hati untuk turut tersenyum. Senyum dapat memberikan energi positif yang akan menular kepada sekitar. Dengan senyum tersebut, maka akan ada sinyal positif yang menghampiri otak dan akan menyebarnya ke seluruh tubuh. Orang yang mudah tersenyum, maka akan enak dilihat, menyenangkan dan memberikan energi postif kepada lingkugan. Bahkan di dalam sebuah hadist dikatakan,

Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Betapa Rasulullah sendiri yang mengatakan bahwa senyum itu bisa menjadi bagian dari sedekah yang berpahala, maka sebagai seorang muslim hendaknya kita dapat mencontoh apa yang telah Rasul ajarkan. Menebar kebaikan denga senyuman, dan menjadikannya bagian dari ibadah dengan segala ketulusan.

Senyum Itu Indah

Senyum akan membuat wajah nampak berseri dan menyenangkan. Ia adalah bahasa lain dari bahagia, sambutan baik terhadap lawan bicara. Oleh karena itu meski belum kenal sekalipun, senyum dapat merubah dunia seketika. Senyum tersebut bisa membat hati yang sempit menjadi lapang, bisa membuat wajah yang berkerung ikut ceria menaggapi. Dengan tersenyum, maka akan menimbulkan kenyamanan pada orang yang memandangnya Senyum Itu Menyehatkan Senyum bisa menjadi obat alami, karena saat tersenyum tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang dapat meredakan rasa sakit serta serotonin yang dapat memberikan perasaan nyaman dan senang. Selain itu juga orang yang murah senyum tentu akan terjauh dari perasaan tertekan atau stress, detak jantung normal dan aliran darah juga lancar.

Senyum memang sederhana. Melakukannya tak perlu tenaga yang berlebih, tapi ia akan sulit terlaksana tanpa ada kelapangan jiwa yang mendukung aura positif yang ditimbulkannya. Ia akan menjadi kebaikan yang dapat diperhitungkan Allah karena ketulusannya. Seperti hadist Nabi di bawah ini, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim).

ADVERTISEMENT
Toko Sisi

About Toko Sisi

Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.

Subscribe to this Blog via Email :