close

Secara Keseluruhan hanya Kepada Allah

By  

Oleh: Bangun Lubis m.si
Wartawan/Dosen Stisipol Candradimuka Palembang

Tiada tempat untuk mengadu, mengeluh, meminta dan memohon perlindungan kecuali hanya kepada Allah semata. Allah Maha Agung, Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha dalam segala-galanya.

Hanya Allah-lah tumpuan kehidupan ini. “Semua yang ada dilangit dan di bumi selalu meminta kepada Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS: Ar Rahman: 29) Begitulah kebesaran Allah. Tiada yang nyata maupun yang tak nyata kecuali seutuhnya dalam ‘genggaman’ Allah.

Sebagaimana dalam surah Ar Rahman tersebut, memberikan pengertian bahwa betapa alam seluruhnya ini tidak luput dari kesempurnaan dari Allah.

Allah ciptakan matahari, bulan, bintang, pepohonan, langit yang ditinggikan, timbangan yang dipasang dan bumi berikut segala isinya untuk memenuhi keperluannya. Seluruh makhluk dengan berbagai jenis dan spesiesnya yang berbeda-beda diciptakan dengan urusannya masing-masing sesuai dengan kehendak-Nya.

Menandakan kesemua ini, telah tercipta dengan sempurna dan terkendali sesuai dengan alurnya dan hukumnya. Menurut Sayid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an dalam surah Ar Rahman, penciptaan seluruh unsur wujud ini begitu menakjubkan karena sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.

Karenanya, hanya kepada Allah SWT sematalah penyerahan kewujudan itu berserah diri. Allah adalah Sang Penguasa atas seluruh seru sekalian alam termasuk alam akhir nanti. Ya Allah hanya kepadaMu kuserahkan semua yang meliputi diriku yang hanya sebagian kecil dari seluruh ciptaan Mu.

Maka dari itu pula berserahlah hanya kepada Allah. Allah adalah tempat perserahan diri yang tepat atas apapun yang terjadi pada kesemua makhluk dan seisi alam raya ini. Pada saat gemuruh ombak mengempas, saat sebuah kapal terombang ambing, maka menyeru hanya kepada Allah. “Ya Allah.” Ketika seorang musafir kelana tersesat di gurun pasir yang luas, seperti tak berujung dan tandus , ia pun menyeru , “Ya Allah.” Bencana yang menimpa dunia ini membuat manusia kehilangan harta benda dan mereka menyeru.”Ya Allah.” Ketika ada sesuatu yang tak mampu diselesaikan dan masalah pun makin menjadi menyulitkan, orang-orang akan memohon dan menyeru.”Ya Allah.” Hujan dan gemuruh yang bertubi-tubi dan suaranya menggelegar menakutkan manusia, mereka pun menyeru.”Ya Allah.” Semuanya hanya kepada Allah.

Aku menyandarkan harapan dan asaku kepada Engkau Ya Allah
Di pernjalanan gelap gulita berharap ada pelita Mu Ya Allah
Dalam jalanku yang tersesat, bimbingan Mu hadir dalam jiwaku Ya Allah
Karena hanya kepada Mu lah semua ini diserahkan Ya Allah

Begitulah manusia ini hendaknya hanya berserah diri hanya kepada Allah semata saja. Tiada lain, karena Allah yang bisa memenuhi kebutuhan dan memberikan kemampuan kepada manusia.

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan ini awal dari kebahagiaan dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu ini dengan salju keyakinan dan padamkan bara jiwa ini dengan air keimanan.

Hanya memanjatkan Doa kepada Allah dan hanya Allah pula yang mengabulkannya. Semua hanyalah untuk Allah. Maka manusia hendaklah menyerahkan segala yang meliputi dirinya kepada Allah semata.

Pikir dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan dan harta benda segala macam yang tersedia di sekelilingmu. Janganlah termasuk golongan dari, “mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.”(QS An Nahl: 83). Itu berarti tiada bersyukur atas nikmatnya yang telah diberikan sejak awal hingga akhir nanti.

ADVERTISEMENT
Toko Sisi

About Toko Sisi

Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.

Subscribe to this Blog via Email :