close

Abdullah bin Abbas dan seorang pengutang yang kebingungan

By  

Abdullah bin Abbas merupakan salah satu sahabat dan juga keponakan dari Rasulullah Muhammad SAW. Dia terkenal sebagai ahli tafsir karena kepiawaiannya menafsirkan perintah-perintah tersirat yang terdapat dalam Alquran.

Lazimnya sahabat Rasulullah, Abdullah bin Abbas juga selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadinya. Bahkan, dia berusaha akan memenuhi kepentingan orang lain meskipun dia sendiri sedang dalam keadaan beribadah.

Pernah suatu hari, saat Abdullah menjalankan i'tikaf di Masjid Nabawi, Madinah, ada seorang pria mendatanginya dengan sangat kebingungan. Hal itu membuat Abdullah merasa heran dengan sikap si pria itu.

"Wahai Saudaraku. Kulihat engkau begitu gelisah dan kebingungan, ada apa?" tanya Abdullah.

Si pria itu menjawab dengan muka sedih dan malu, "Aku memiliki utang kepada seseorang. Demi penguni makam itu (maksudnya Rasulullah), aku tidak sanggup melunasinya."

Abdullah kemudian meminta izin untuk berbicara dengan pemberi utang yang sedang berada di luar masjid. "Bolehkah aku berbicara dengan orang itu?" kata Abdullah.

"Silakan, jika hal itu engkau anggap pantas," kata si pria pemilik utang.

Abdullah kemudian keluar dari masjid dan memakai sandalnya. Hal itu diketahui oleh seseorang dan akhirnya Abdullah ditegur. "Wahai Abdullah bin Abbas, kenapa engkau keluar dari masjid, bukankah engkau sedang beri'tikaf?" kata orang itu.

"Tidak, saudaraku. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa berjalan untuk memenuhi keperluan saudaranya dab berupaya sungguh=sungguh untuk memenuhi keperluan itu, maka hal itu lebih utama baginya ketimbang sepuluh tahun beri'tikaf. Dan barangsiapa yang beri'tikaf satu hari karena mengharapkan ridha Allah, maka Allah SWT akan menjauhkan antara dironya dan neraka sejauh tiga parit, yang jarak antara satu parit dengan parit lainnya lebih jauh ketimbang jarak antara langit dan bumi," kata Abdullah.

ADVERTISEMENT
Toko Sisi

About Toko Sisi

Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.

Subscribe to this Blog via Email :