close

Sungguh, Hanya Karena Engkau Aku Berhijab

By  

Oleh Aminah Mustari

"Awalnya, aku merasa gerah dan tidak cantik jika memakai kerudung. Itulah mengapa aku berkerudung hanya ke kampus."
(Dewi Rifqina)

"'Mengapa Bunda pakai jilbab kalau nganter Keisya? Mengapa kalau pergi ke tempat lain enggak pakai jilbab?' begitu tanya putri sulung saya saat usianya tiga tahun."
(Fita Chakra)

"Nanti kalau jodohnya jauh, bagaimana? Kalau enggak laku, bagaimana?" orangtua istriku bertanya khawatir ketika ia dulu memutuskan memakai hijab.
(Niko Arwenda)

***

Begitulah sebagian tutur jujur para pemakai hijab dan orang di sekelilingnya tentang hijab. Pada mulanya, seribu satu alasan mereka berhijab. Beribu kekhawatiran pernah menyapa. Pada akhirnya, semua alasan bermuara hanya untuk Allah semata. Dan, kekhawatiran pun terhapus karena Allah senantiasa memberirahmat-Nya.

Buku ini berisi kisah nyata para pejuang hijab. Para muslimah yang benar-benar merdeka dari keterjajahan stigma negatif tentang hijab. Perempuan-perempuan pencinta Tuhan ini adalah para pemenang. Ya, pemenang dari pertarungan melawankeegoisan diri untuk benar-benar menaati perintah-Nya, Sang Mahakuasa.

Silahkan miliki buku ini KLIK DISINI

ADVERTISEMENT
Toko Sisi

About Toko Sisi

Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.

Subscribe to this Blog via Email :