close

Kasih Ibu Sepanjang Masa

By  

Ibu adalah wanita yang mengandung kita dalam rahimnya selama sembilan bulan lebih, berat terasa olehnya penderitaan mengandung kita, namun ia jalani dengan tabah demi perkembangan kita sebagai bayi yang sedang di kandungnya, kemudian ia melahirkan kita dalam perjuangan antara hidup dan mati demi melahirkan kita, bisa ditanyakan bagaimana rasa sakit yang dirasakan seorang ibu dalam proses melahirkan anaknya?, namun semua rasa sakit seperti terbayar sudah tatkala melihat kita, anaknya lahir dengan selamat. Ibu adalah wanita yang air susunya kita minum setiap saat kita lapar, Ibu adalah orang yang senantiasa merawat kita dari semenjak kita kecil sampai besarnya. Ibu yang merawat kita tatkala kita sedang sakit sakit. Ibu adalah orang yang mendidik kita semenjak dari bayi yang tidak mampu berbuat apa-apa selain menangis, Ibulah yang mengajari kita bicara, berjalan, makan, sopan santun, dan lain sebagainya. Ibu… teramat besar jasamu kepada kita semua, bagaimana mungkin kita bisa membalas semua pengorbanan yang telah ia berikan kepada kita, anaknya.

Rasulullah SAW. pernah berkata “Wanita adalah tiang negara, baik wanitanya maka baiklah negaranya, bila buruk wanitanya maka buruklah negaranya”. Keadaan suatu negara ditentukan kualitas wanitanya, apakah pernyataan ini berlebihan ? bagaimana peran wanita yang menurut kita lemah, justru sangat menentukan kualitas suatu negara ? mari kita coba mempelajarinya lebih dalam. siapa yang orang yang mengandung, melahirkan, mengurus, mendidik orang-orang yang hari ini menjadi presiden, menteri, dan para pejabat lainnya? siapa yang memberikan pendidikan awal pada orang-orang besar di Negara ini?

Peran Ibu membentuk karakter, nilai-nilai pada seorang anak, yang kelak anaknya tersebut, kembali menjadi seorang ibu atau bapak. Begitulah polanya terus berulang sampai akhirnya nasib suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana seorang ibu membesarkan anaknya. Peran ibu adalah mempersiapkan generasi suatu bangsa. pantaslah sampai ada ungkapan tersebut dari mulut seorang yang mulia disisi Allah. Sebuah harapan kepada para ibu dan calon ibu dalam membesarkan anak-anaknya adalah: membesarkan anak, bukan hanya fisiknya saja namun semua bagian-bagaian lain dari anak juga harus dipersiapkan, seperti emosi, ilmu, nilai-nilai, akhlak, etika moral, sopan santun, dan lain sebagainya, agar Negara ini kelak memiliki para pemimpin dan warganya yang berakhlak tinggi, emosi yang cerdas, berbudaya sopan santun yang tinggi.

Kita sering melihat dan merasakan limpahan kasih sayang, kita berikan kepada anak kita tatkala ia masih kecil sedangkan ketika anak kita menginjak usia dewasa, ekspresi kasih sayang kita padanya secara bertahap berkurang. contoh kecil : pernahkan kita mencium anak kita yang sudah sekolah di SMU? pernahkah kita memeluk anak kita yang sedang kuliah? kadang kita merasa risih untuk memeluk, mencium dan membelai lembut anak kita yang sudah besar, kita sering melepaskannya untuk berhubungan dekat dengan teman-teman sebayanya. Akhirnya anak-anak kita tumbuh dengan “warna” yang berbeda dengan warna kita, orang tuanya. Hubungan anak-ibu dan orang tua perlu terus ditingkatkan kualitasnya, karena ini akan berdampak pada masa depan anak yang bersangkutan.

Pengalaman kita diberikan pendidikan, ditanamkan nilai-nilai oleh orang tua kita terasa sangat mewarnai jalan fikiran kita, perilaku dan nilai-nilai kita sekarang. pengalam tersebut ada yang dirasakan kita baik, namun juga ada yang buruk. alangkah bijaksananya kita ketika meneruskan hal-hal yang baiknya kepada anak-anak kita bahkan lebih menguatkannya lagi, namun untuk hal yang buruk hendaknya kita ganti dengan yang lebih baik, semuanya demi masa depan anak-anak kita.

Rep. rumah-yatim.org


ADVERTISEMENT
Toko Sisi

About Toko Sisi

Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.

Subscribe to this Blog via Email :