close

Ilmu Sebagai Kunci Kebangkitan Bangsa

By  

Pendidikan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh anak-anak sebagai penerus bangsa Ini. Setiap anak berhak untuk mendapatkan kebutuhannya akan pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan yang gemilang. Dengan pendidikan seorang anak akan dapat memberantas kebodohan yang merupakan akar dari kemiskinan. Seseorang anak yang memiliki intelektualitas dan berpendidikan tinggi akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dengan ilmu dan wawasan yang dimilikinya sehingga kelak akan mampu untuk bersaing dan menjadi pemenang dalam menghadapi segala macam tantangan kehidupan sehingga masa depan yang lebih cerahpun akan diraih.

Tetapi masalahnya adalah tidak semua anak dapat menikmati indahnya pendidikan. Pendidikan belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh semua kalangan. Data dari Komnas Perlindungan Anak mencatat sekitar 2,5 juta jiwa anak dari 26,3 juta anak usia wajib belajar di tahun 2009 yakni usia 7-15 tahun, belum dapat menikmati pendidikan dasar sembilan tahun. Sementara itu, 1,87 juta jiwa anak dari 12,89 juta anak usia 13-15 tahun tidak mendapatkan hak atas pendidikan. Berbagai faktor penyebab anak tidak dapat bersekolah, antara lain sulitnya akses ke sekolah, kurangnya kesadaran orangtua, dan faktor ekonomi.

Walaupun sebenarnya dalam hal ini pemerintah telah sangat peduli dengan dunia pendidikan yang ada di negeri ini, hal tersebut termuat dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar dan upaya percepatan penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang bermutu, alokasi APBN sebesar 20 % untuk dunia pendidikan, Pemerintah melanjutkan pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB negeri/swasta dan Pesantren Salafiyah serta sekolah keagamaan non Islam setara SD dan SMP.

Namun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah tentu harus didukung oleh setiap lapisan warga masyarakatntya untuk dapat bersinergi sebagai sebuah kesatuan dari sebuah Negara. Sehingga setiap anak di negeri ini dapat menikmati hak nya akan pendidikan. Untuk itu kesadaran dan peran serta yang bersifat real dari masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah. Seperti hal nya langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Rumah Yatim dengan bantuan subsidi biaya pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa dalam setiap bulannya dan hal-hal positif sejenis yang dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial lainnya yang peduli dengan dunia pendidikan dalam upaya mendukung program pemerintah.

Tetapi bukan hanya itu, hal yang paling utama adalah mind set yang ada dalam setiap individu untuk berubah. Dukungan orang tua tentang kesadaran akan pendidikan memang harus sejak dini ditanamkan dalam pola fikir anak-anak Indonesia dan menjadi hal yang paling dominan. Hal ini memang membutuhkan usaha yang sangat kuat bagi tiap orang tua, dimana seorang anak tidak boleh menyerah begitu saja menerima permasalahan dalam mengenyam dunia pendidikan. Tetapi dobrak dan lawan setiap masalah yang ada.

Mungkin dalam hal ini kita bangga dengan apa-apa yang dilakukan oleh anak-anak pemulung di negeri Cina, walaupun mereka merada dalam golongan ekonomi rendah, tetapi semangat mereka untuk terus belajar tidak pernah surut. Walaupun mereka harus rela belajar dengan fasilitas seadanya di dalam sebuah lingkungan yang buruk yang bahkan mungkin kita menilai tidak layak. Di negeri ini hal serupa yang dilakukan oleh seorang anak-anak pemulung di Bantar Gebang, dibantu tenaga sukarela dari masyarakat yang peduli, mereka tetap semangat menimba ilmu, walaupun dengan bermodalkan fasilitas yang seadanya. Hal ini patut kita acungi jempol.

Akhir kata sejarah telah membuktikan dan berulang-ulang memberikan kepada kita sebuah pelajaran yang berharga, yaitu dengan pendidikan kita akan dapat memutus mata rantai kebodohan, dengan pendidikan kita akan memberantas kemiskinan dan dengan pendidikan akan menjadi sebuah modal besar bagi kebangkitan sebuah bangsa, seperti yang dialami bangsa Islam di jaman keemasannya tempo dulu, bangsa Eropa atau Barat yang berhasil keluar 1000 tahun jaman kegelapan dan bangsa Jepang yang telah berhasil keluar dari isolasi pada zaman feodal sehingga saat ini bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lainnya.

Rep. rumah-yatim.org


ADVERTISEMENT
Toko Sisi

About Toko Sisi

Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah seperti dipesankan Khalifah Umar haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.

Subscribe to this Blog via Email :